Crayon Pensil

Si Langganan Marah
15 September 2010 | 15.19 | 0 comments
   "Ih, sebel deh !" kata Luna sambil marah-marah. Luna sedang marah dengan Laila karena Laila tak sengaja menyenggol Luna saat dia meminum teh botolnya. Ketika itu teh botol Luna tumpah di bajunya dan di mukanya, semua orang di kantin tertawa dan Luna menjadi malu sekaligus marah kepada Laila walaupun Laila sudah meminta maaf.   Besok harinya saat istirahat, Luna tidak mau ke luar kelas karena takut ditertawakan lagi. Tiba-tiba, Laila datang membawa makanan dan meminta maaf kepada Luna, "Lun, maafin aku ya. Aku kemarin gak sengaja. Ini aku bawakan makanan kesukaanmu sebagai tanda maafku. Maafin yah ?". Tetapi tiba-tiba, Luna melempar semua makanan yang diberikan oleh Laila.

   Ketika di rumah, Luna sedang kebingungan mencari bando kesayangannya yang hilang entah di mana. Dia mencari di tempat tidurnya, di kamar mandi, sampai-sampai di garasi rumahnya. Tetapi hasilnya tetap nihil. "Mboookkk....", panggil Luna. "Iya Non, ada apa ?", tanya Mbok Eni tergopoh - gopoh. "Mbok ! Mana bando kesayanganku ?", tanya Luna sambil melotot. "Tidak tahu, Non", jawab Mbok Eni ketakutan. "Mungkin ada di lemari Nona", lanjutnya. Luna segera lari ke kamarnya dan mengunci kamarnya. Mbok Eni hanya menggelengkan kepala dan kembali memasak.

   Sore harinya ketika Luna ingin mandi, dia melihat bandonya di teras rumahnya. "Ini kan bandoku ? Kok ada di sini ya ? Siapa yang mengambilnya ?" tanya Luna dalam hati. Kemudian dia mengambil bando kesayangannya dan langsung mandi. "Siapa yang mengambilnya ya ?".
   Ketika sedang makan malam, Shafa, adiknya Luna meminta maaf karena tadi dia meminjam bando Luna tanpa meminta izin dulu. "Makanya jangan main pinjem-pinjem dong. Minta izin dulu. Pusing tahu nyarinya. Liat nih, sampai rusak lagi.", omel Luna. "Maaf deh, Kak. Nanti Shafa ganti deh.", Shafa meminta maaf. Luna hanya cemberut dan lari ke kamarnya.
   Pagi harinya, Luna pergi ke TPA di dekat rumahnya. Ketika itu, Pak Bomo sedang menjelaskan tentang marah. "Jadi, marah itu adalah perbuatan yang tercela. Marah dapat menyebabkan seseorang dijauhi oleh temannya.", terang Pak Bomo. Setelah selesai, Luna langsung meminta maaf kepada Laila. "Laila, maafin aku ya karna aku udah marah sama kamu", sesal Luna. "Iya aku maafin kok, tapi ada syaratnya...", Laila tersenyum jail. "Apa syaratnya ? Insya Allah aku turuti deh", janji Luna. "Kalau kamu marah lagi, aku bakal julukin kamu Si Langganan Marah dan kamu harus menerimanya. Setuju ?", jawab Laila enteng. Luna langsung cemberut tetapi kemudian tertawa. "Setuju aja deh", pasrah Luna. Dalam hati, Luna berjanji tidak akan marah lagi karena takut dijulukin Si Langganan Marah.

Label: ,


Older Post | Newer Post
Disclaimer

Assalamu'alaikum :)
History